Membuat Rangkaian Sistem Elektropneumatik dengan Timer

Rangkaian elektropneumatik bisa dibuat berdasarkan limit switch dan timer, dalam sistem elektropneumatik, penggunaan limit switch dan timer memiliki beberapa keuntungan:

1. Limit Switch

Limit switch berfungsi mendeteksi posisi atau gerakan aktuator.

Keuntungannya:

  • Menentukan posisi akhir silinder secara otomatis.

  • Membuat sistem lebih otomatis dan terkontrol.

  • Meningkatkan keamanan, karena dapat menghentikan atau mengubah gerakan ketika posisi tertentu tercapai.

  • Mengurangi risiko silinder bergerak melewati batas yang ditentukan.

  • Dapat digunakan sebagai sinyal untuk mengaktifkan proses berikutnya.

2. Timer

Timer digunakan untuk memberikan jeda waktu tertentu dalam rangkaian kontrol.

Keuntungannya:

  • Mengatur kapan aktuator mulai atau berhenti bekerja.

  • Memberikan delay antar proses.

  • Membuat urutan kerja sistem lebih teratur.

  • Memungkinkan proses berlangsung selama waktu yang telah ditentukan.

  • Berguna untuk membuat siklus otomatis tanpa harus mengoperasikan sakelar secara manual.

Pada tulisan ini akan fokus contoh rangkaian elektropneumarik berdasarkan timer, alat yang digunakan untuk mendapatkan timer (pewaktu) bisa menggunakan TDR ( Time Delay Relay) atau menggunakan PLC ( Programmabke Logic Controller), pada tulisan ini timer digambar dalam bentuk electrical control, yang akan memudahkan dalam rangkaian pengawatan TDR maupun program Ladder dalam PLC.

Menggerakkan 1 DAC (Double Acting Cylinder)

Langkah awal dalam membuat rangkaian elektrooneumatik terlebih dahulu membuat diagram langkah yang sesuai dengan pergerakan piston silinder, misalkan srperti di bawah ini.

Setelah ditentukan diagram langkah selanjutnya membuat rangkaian electrical control dan rangkaian pneumatik sebagai berikut.

Menggerakkan 2 DAC (Double Acting Cylinder)

Diagram langkah


Rangkaian Electrival Control dan rangkaian pneumatik yang sesuai dengan diagram langkah.


Cara kerja rangkaian :

Rangkaian tersebut merupakan rangkaian elektro-pneumatik otomatis dengan 2 silinder double acting, 4 solenoid (Y1–Y4), relay K, dan timer T1–T4. Prinsip kerjanya adalah dua silinder bergerak bergantian secara berurutan dan siklusnya berulang otomatis.

1. Kondisi awal

  • Sumber kontrol = +24 V DC.

  • Tombol STOP dalam keadaan tertutup.

  • Tombol START ditekan.

  • Relay K aktif dan kontak K membuat self-holding, sehingga K tetap aktif setelah tombol START dilepas.

  • Kontak K kemudian memberi tegangan ke rangkaian timer.

2. Timer T1 aktif → silinder 1 maju

Setelah K aktif:

  • Kontak T4 yang semula tertutup memberikan tegangan ke T1.

  • T1 mulai menghitung waktu.

  • Pada saat T1 aktif, kontak T1 pada rangkaian output mengaktifkan Y1.

  • Y1 menggeser katup 5/2 pertama.

  • Silinder 1 maju (A+).

Jadi:

START → K ON → T1 ON → Y1 ON → A+

3. T1 selesai → T2 aktif → silinder 2 maju

Setelah waktu T1 tercapai:

  • Kontak T1 menjadi tertutup.

  • T2 mendapat tegangan dan mulai menghitung.

  • Kontak T2 mengaktifkan Y3.

  • Y3 menggeser katup 5/2 kedua.

  • Silinder 2 maju (B+).

Urutannya:

T1 selesai → T2 ON → Y3 ON → B+

4. T2 selesai → T3 aktif → silinder 1 mundur

Setelah T2 selesai:

  • Kontak T2 mengaktifkan T3.

  • Kontak T3 mengaktifkan Y2.

  • Pada saat yang sama kontak T3 pada rangkaian Y1 membuka, sehingga Y1 mati.

  • Katup pertama berpindah ke posisi sebaliknya.

  • Silinder 1 mundur (A−).

Urutannya:

T2 selesai → T3 ON → Y1 OFF + Y2 ON → A−

5. T3 selesai → T4 aktif → silinder 2 mundur

Setelah waktu T3 selesai:

  • Kontak T3 mengaktifkan T4.

  • Y4 menjadi aktif.

  • Y3 menjadi tidak aktif.

  • Katup kedua berpindah posisi.

  • Silinder 2 mundur (B−).

Urutannya:

T3 selesai → T4 ON → Y3 OFF + Y4 ON → B−

6. T4 selesai → siklus mengulang

Setelah T4 selesai:

  • Kontak T4 pada rangkaian timer membuka sehingga rangkaian timer berhenti/reset.

  • Karena relay K masih dalam kondisi self-holding, rangkaian kembali ke kondisi awal.

  • T1 aktif lagi dan siklus dimulai dari awal.

Jadi siklus lengkapnya adalah:

A+ → B+ → A− → B− → ulang

atau:

TahapTimerSolenoidGerakan
1T1Y1Silinder A maju (A+)
2T2Y3Silinder B maju (B+)
3T3Y2Silinder A mundur (A−)
4T4Y4Silinder B mundur (B−)
5Kembali ke tahap 1

STOP ditekan kapan saja → relay K mati → seluruh solenoid dan timer kehilangan tegangan → siklus berhenti.

Intinya

Rangkaian ini adalah sequence control otomatis 2 silinder dengan timer, dengan pola:

START → A+ → B+ → A− → B− → A+ → B+ → A− → B− → ...

Lama setiap gerakan ditentukan oleh setting waktu T1, T2, T3, dan T4.


Rangkaian electrical control di atas hanya untuk diagram langkah tersebut, jika diagram langkah berubah maka rangkaian electrical control juga berubah, sedangkan untuk rangkaian pneumatik bisa saja sama atau tetap.

Comments

Anonymous said…
Nama:Aang Wiranata
Kelas:Xll TE1
Tanya:Cara Kerja & Urutan Gerak (Sequence Control) gimana?
Anonymous said…
Nama :Nova Hardiansyah
Kelas. :XII TE 1
Pertanyaan:apa fungsi dari limit switch dan timer?
Anonymous said…
NAMA: Ridho Ramadhan
KELAS: XII TE 1
PERTANYAAN: bagaimana cara mengoperasikan limit switch dan timer?
Anonymous said…
Nama: Astri Amalia Lestari
Kelas: XII TE 1
Tanya : Apa perbedaan cara kerja timer ON delay dan OFF delay
Anonymous said…
Nama: Muhamad Tirta Pradana
Kelas: XII TE 1
Tanya: Apa arti NO dan NC di limit switch?
Anonymous said…
Nama : Suharya
Kelas : XII TE 1
Pertanyaan : apa yang di maksud dengan TDR
Anonymous said…
NAMA: Muhamad Noh Alam Syah
KELAS: XII TE 1
PERTANYAAN: apa itu limit switch
Anonymous said…
Nama:aldi wata
Kelas:XII TE 1
pertanyaan: apakah bisa memakai 3 DAC
Anonymous said…
Nama : indri ramadani
kelas : XII TE 1
pertanyaan : sebutkan 2 komponen isolasi yg digunakan agar sinyal DC bisa mengendalikan beban AC!
Anonymous said…
Nama : Muhammad Azka Mahfud Ali
Kelas : XII TE 1
Pertanyaan : Apa reaksi gerakan silinder ketika solenoid Y3 diaktifkan?
Anonymous said…
NAMA : FANI SRI MASRUROH
KELAS : XII
PERTANYAAN : sebutkan 5 alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat rangkaian seri sederhana
Anonymous said…
NAMA: JULIYADI PRATAMA
KELAS : XII TE1
pertanyaan: bagaimana jika terjadi error atau kemacetan pada salah satu silinder di tengah proses? Apakah sistem akan otomatis berhenti atau timer tetap berjalan?
Anonymous said…
Nama: Sholeh Fajhry Raharjo
Kelas: XII te1
Pertanyaan: Apa kepanjangan dari DAC dan bagaimana cara kerjanya?
Anonymous said…
Nama:Muhamad alwi
Kelas:XII TE 1
Pertanyaan:Waktu bikin rangkaian komponen apa yang paling sering bikin gagal nyala?
Anonymous said…
Nama: Achmad Rifa'i
Kelas: XII TE1
Pertanyaan:apa bentuk jalur selang fluida memengaruhi efisien rangkaian dalam bekerja?
Anonymous said…
NAMA:AHMADMUKIT
KELAS:XII TE 1
PERTANYAAN:Apa keuntungan menggunakan timer dibandingkan pengoperasian manual?